METODE SIMULASI
A. PENGERTIAN METODE SIMULASI
Simulasi
berasal dari dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seolah-olah.
Menurut Abimanyu dan Purwant (1980) dan Sumantri dan Purnama (1998/1999)
menyatakan bahwa metode pembelajaran digunakan untuk menirukan keadaan
sebenarnya kedalam situasi buatan, misalnya seorang guru mensimulasikan
bagaimana cara melompat tinggi dengan gaya punggung atau bagaimana penatar P4
mensimulasikan kehidupan masyarakat pancasila, dimana setiap peserta penataran
berperan sebagai lurah/RT/RW dan anggota masyarakat yang semuanya berperan
secara sungguh-sungguh seperti yang dialami dalam kehidupan sosial di kelurahan
itu.
Jadi,
simulasi dapat diartikan adalah suatu pembelajaran untuk memperoleh pemahaman
akan hakekat suatu konsep atau prinsip, atau suatu keterampilan tertentu
melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan. melalui situasi itu
siswa akan mampu menghadapi kenyataan yang terjadi secara lebih efektif dan
efisien.
B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE
SIMULASI
Dalam suatu metode
tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan. dalam metode ini memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan.
1.
kelebihan
metode simulasi
ü menciptakan
kegairahan siswa untuk belajar
ü mengembangkan
daya cipta siswa
ü siswa
dapat menguasai keterampilan atau konsep-konsep tertentu melalui simulasi
ü mengembangkan
rasa percaya diri dan perasaan positif
ü melalui
simulasi kegiatan pembelajaran dapat berlangsung walaupun tidak dalam situasi
dan obyek sebenarnyanya
ü melalui
simulasi siswa dibantu memahami hal-hal yang abstrak melalui kegiatan nyata
walaupun dalam bentuk tiruan
2.
kekurangan
metode simulasi
ü pengetahuan
dan keterampilan yang disimulasi tidak selalu sepenuhnya sama dengan kenyataan
di lapangan
ü simulasi
memerlukan kreatifitas yang tinggi dari guru dan siswa yang kadang-kadang sukar
dipenuhi
ü perlu
pemahaman siswa tentang materi dan perannya serta fasilitas pendukung yang
tidak selalu mudah terpenuhi
ü simulasi
sebagai metode pembelajaran dapat melenceng tujuannya menjadi alat hiburan
ü rasa
malu, ragu-ragu dan tidak menguasai materi akan menyebabkan simulasi tidak
mencapai tujuan
ü sering
guru tidak melakukan diskusi balikan setelah selesai pelaksanaan simulasi,
sehingga kurang bermamfaat bagi siswa lainnya
C. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN METODE
SIMULASI
Langkah-langkah
metode simulasi, yaitu;
1.
kegiatan
persiapan
ü merumuskan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
ü memilih
materi yang akan disimulasikan.
ü menyiapkan
garis besar dan skenario pelaksanaan simulasi.
ü guru
menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan pada siswa.
ü guru
terlebih dahulu mencoba simulasi.
ü guru
menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk pelaksaan simulasi.
2.
kegiatan
pelaksaan
a)
kegiatan
pembuka
ü membuat
cerita anecdot yang ada kaitan dengan pelajaran yang akan diajarkan.
ü menyampaikan
acuan yaitu tujuan pembelajaran yang akan dilakukan dengan simulasi.
b)
kegiatan
inti
ü siswa
yang tidak memaikan peran akan bertindak selaku pengamat/observer.
ü para
pemegang peran melakukan simulasi sesuai dengan skenario atau pedoman umum yang
telah dibuat oleh guru atau yang telah disiapkan oleh pemegang peran.
ü guru
membantu mensupersi, dan memberi sugesti demi kelancaran pelaksaan simulasi.
ü memberi
kesempatan pada para pegamat untuk menyampaikan kritik dan laporan hasil
pengamatan.
ü memberi
kesempatan kepada para pemegang peran untuk memberikam klarifikasi
c)
kegiatan
penutup
ü guru
meminta siswa membuat kesimpulan dan rangkuman.
ü guru
melakukan observasi.
ü jika
berdasarkan hasil evaluasi ternyata simulasi yang dilakukan tidak mencapai
tujuan para pemegang peran diminta mengulangi lagi simulasi dengan
memperhatikan masukan dari para observer atau guru dapat menunjuk siswa untuk
melakukan ulang simulasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar