Rabu, 11 Oktober 2017

METODE SIMULASI



METODE SIMULASI
A.  PENGERTIAN METODE SIMULASI
Simulasi berasal dari dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seolah-olah. Menurut Abimanyu dan Purwant (1980) dan Sumantri dan Purnama (1998/1999) menyatakan bahwa metode pembelajaran digunakan untuk menirukan keadaan sebenarnya kedalam situasi buatan, misalnya seorang guru mensimulasikan bagaimana cara melompat tinggi dengan gaya punggung atau bagaimana penatar P4 mensimulasikan kehidupan masyarakat pancasila, dimana setiap peserta penataran berperan sebagai lurah/RT/RW dan anggota masyarakat yang semuanya berperan secara sungguh-sungguh seperti yang dialami dalam kehidupan sosial di kelurahan itu.
Jadi, simulasi dapat diartikan adalah suatu pembelajaran untuk memperoleh pemahaman akan hakekat suatu konsep atau prinsip, atau suatu keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan. melalui situasi itu siswa akan mampu menghadapi kenyataan yang terjadi secara lebih efektif dan efisien.

B.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE SIMULASI
Dalam suatu metode tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan. dalam metode ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
1.      kelebihan metode simulasi
ü  menciptakan kegairahan siswa untuk belajar
ü  mengembangkan daya cipta siswa
ü  siswa dapat menguasai keterampilan atau konsep-konsep tertentu melalui simulasi
ü  mengembangkan rasa percaya diri dan perasaan positif
ü  melalui simulasi kegiatan pembelajaran dapat berlangsung walaupun tidak dalam situasi dan obyek sebenarnyanya
ü  melalui simulasi siswa dibantu memahami hal-hal yang abstrak melalui kegiatan nyata walaupun dalam bentuk tiruan
2.      kekurangan metode simulasi
ü  pengetahuan dan keterampilan yang disimulasi tidak selalu sepenuhnya sama dengan kenyataan di lapangan
ü  simulasi memerlukan kreatifitas yang tinggi dari guru dan siswa yang kadang-kadang sukar dipenuhi
ü  perlu pemahaman siswa tentang materi dan perannya serta fasilitas pendukung yang tidak selalu mudah terpenuhi
ü  simulasi sebagai metode pembelajaran dapat melenceng tujuannya menjadi alat hiburan
ü  rasa malu, ragu-ragu dan tidak menguasai materi akan menyebabkan simulasi tidak mencapai tujuan
ü  sering guru tidak melakukan diskusi balikan setelah selesai pelaksanaan simulasi, sehingga kurang bermamfaat bagi siswa lainnya

C.    LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN METODE SIMULASI
Langkah-langkah metode simulasi, yaitu;
1.      kegiatan persiapan
ü  merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
ü  memilih materi yang akan disimulasikan.
ü  menyiapkan garis besar dan skenario pelaksanaan simulasi.
ü  guru menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan pada siswa.
ü  guru terlebih dahulu mencoba simulasi.
ü  guru menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk pelaksaan simulasi.
2.      kegiatan pelaksaan
a)    kegiatan pembuka
ü  membuat cerita anecdot yang ada kaitan dengan pelajaran yang akan diajarkan.
ü  menyampaikan acuan yaitu tujuan pembelajaran yang akan dilakukan dengan simulasi.



b)   kegiatan inti
ü  siswa yang tidak memaikan peran akan bertindak selaku pengamat/observer.
ü  para pemegang peran melakukan simulasi sesuai dengan skenario atau pedoman umum yang telah dibuat oleh guru atau yang telah disiapkan oleh pemegang peran.
ü  guru membantu mensupersi, dan memberi sugesti demi kelancaran pelaksaan simulasi.
ü  memberi kesempatan pada para pegamat untuk menyampaikan kritik dan laporan hasil pengamatan.
ü  memberi kesempatan kepada para pemegang peran untuk memberikam klarifikasi
c)    kegiatan penutup
ü  guru meminta siswa membuat kesimpulan dan rangkuman.
ü  guru melakukan observasi.
ü  jika berdasarkan hasil evaluasi ternyata simulasi yang dilakukan tidak mencapai tujuan para pemegang peran diminta mengulangi lagi simulasi dengan memperhatikan masukan dari para observer atau guru dapat menunjuk siswa untuk melakukan ulang simulasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar