Nyarumkop,
begitulah banyak orang mengenalnya, salah satu persekolahan tertua di
Kalimantan Barat yang terletak di Jl.Raya Bengkayang, Kelurahan Nyarumkop,
Kecamatan Singkawang, Kota Singkawang. Secara fisik, sebagian besar
bangunan-bangunan di Persekolahan Katolik Nyarumkop merupakan bangunan tua dan
kokoh dengan arsitektur Belanda, hanya sebagian kecil bangunan yang merupakan
baru. Letaknya begitu nyaman bagi orang
yang mencari pengetahuan disana, karena berada di lingkungan yang sejuk, jauh
dari keramaian, dan pastinya makna kehidupan yang terkandung disanalah yang
menjadikan Nyarumkop sebagai salah satu persekolahan yang paling diminati.
Apabila
diteliti dengan cermat, siswa yang belajar disana berasal dari luar Kota
Singkawang bahkan ada yang berasal dari luar pulau Kalimantan, hampir semua
siswa tinggal diasrama, mungkin hal inilah yang merupakan daya tarik tersendiri
dari Nyarumkop, sehingga orang tua yang mengkhawatirkan pergaulan bebas yang
semakin tak terkendali memilih menyekolahkan anak mereka di Nyarumkop.
Mengingat ini banyak siswa yang menganggap mereka merupakan beban bagi orang
tua, namun tanpa disadari mereka telah menempa diri menjadi pribadi yang
mandiri, dan menjadi pemimpin atas diri sendiri sebelum mereka tinggal di
lingkungan masyarakat luas. Secara umum proses belajar mengajar di Nyarumkop
tak jauh berbeda dari sekolah-sekolah lainnya, hanya saja pada proses belajar
mengajar, disisipkan nilai kedisiplinan, kemandirian nilai kehidupan yang
diharapkan dapat mengakar dalam kepribadian siswa. Guru bagi para siswa bukan
lagi hanya sekedar guru yang menyampaikan ilmu bagi muridnya, melainkan sebagai
orang tua yang senantiasa mengayomi dan mengarahkan anaknya pada mimpi yang ,selama
ini mereka impikan dan mereka kejar.
Nilai
kekeluargaan sangat dijunjung tinggi di Persekolahan Katolik Nyarumkop,
bagaimana menghormati yang lebih tua dan menghargai yang muda, sehingga Nyarumkop
terkenal dengan lingkungan yang sopan dan ramah, terutama bagi orang-orang yang
mengunjungi persekolahan itu. Meskipun disiplin dan tertib, bukan berarti harus
menutup diri dari dunia luar, apalagi sekarang ilmu pengetahuan teknologi
begitu gencarnya dikembangkan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa di lingkungan
sekolah dan asrama disediakan wifi, ini
dimaksudkan agar siswa dapat mengakses informasi dari dunia luar atau menambah
wawasan para siswa, meskipun berada di dalam tembok suci. Ketika masuk ke dalam
lingkungan Persekolahan Katolik Nyarumkop, begitu terasa nilai religius yang
begitu kental, hal ini dipengaruhi oleh suasana yang tenang, udara yang sejuk
dan pastinya bangunan-bangunan religius yang seakan menyapa dengan ramah orang
yang mengunjungi atau hanya melintas didaerah tersebut.
Kerja
keras dan kerja cerdas bagi siswa bukanlah hal aneh bagi mereka, semenjak
mereka menginjakkan kaki di tempat ini, mereka telah dididik menjadi orang yang
tak mengenal kata “malas”, tak mengenal kata “takut” apalagi kata “menyerah”.
Perjuangan tak selalu mulus, seleksi alam tetap berlaku, tak jarang banyak
siswa yang merasa tak sanggup untuk tetap bertahan, ada sedikit siswa yang tak
mampu mengikuti aturan yang ditetapkan sehingga denga terpaksa dikeluarkan dan
inilah salah satu ciri dari tempat ini, “jika siswa tidak naik kelas (tingkat yang
lebih tinggi), siswa harus pindah sekolah”.
NON
SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS begitulah moto Persekolahan Katolik Nyarumkop, moto
ini sangat selaras dengan apa yang sedikit demi sedikit ditanamkan pada siswa,
dengan maksud bahwa sertifikat atau ijazah bukanlah tujuan utama untuk berada
disana, melainkan pengalaman hiduplah tombak utama untuk menembus kerasnya
kehidupan dimasa yang akan datang. Siswa tak terpaku pada kemampuan akademik,
namun siswa banyak dibekali dengan kemampuan non akademik yang tentunya berguna
bagi mereka sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Begitu
pentingkah mimpi bagi mereka yang berada disana?. Jawabannya adalah sangat
penting, karena mimpi merupakan garis awal untuk berlari, perjuangan adalah
lintasan yang harus dilalui meskipun banyak rintangan yang semakin lama semakin
berat, garis akhir adalah tujuan dari segalanya, dimana keringat terbayar lunas
dengan kepuasan. Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) SMA St Paulus dalam setahun
terbagi menjadi dua bagian, masing-masing selama satu semester. Di antara dua
semester diselingi libur. Dalam setiap semester terdapat dua ujian, yaitu Ujian
Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. Karena juga terdapat juga ujian tak
rutin di antara kedua Ujian tersebut, yang lazim disebut ulangan, maka Ujian
Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester lazim disebut Ulangan Umum.
Kegiatan Belajar-Mengajar berjalan hari Senin
- Sabtu, dimulai pukul 6.45 dan diakhiri pukul 12.45 , diselangi dua kali
istirahat, istirahat pertama 09.00-09.15 ( 15 menit ) dan istirahat kedua
11.35-11.50 (15 menit). sebelum mulai pelajaran dilakukan doa pagi bersama,
baca kitab suci dan mendengarkan renungan secara sentral. jam 12.00 dilakukan
renungan dan doa "Angelus", untuk mengakhiri kegiatan belajar
dilakukan refleksi dan doa penutup.
KBM ada di dalam kelas, di luar kelas, dan di
laboratorium. Kegiatan di dalam kelas terutama dipusatkan pada pewarisan
pengetahuan dari guru ke siswa, dan berlatih dengan soal. Kegiatan di luar
kelas dipusatkan pada diskusi antar siswa untuk memecahkan masalah yang
diberikan oleh guru. Kegiatan di laboratorium dipusatkan pada latihan
keterampilan kerja laboratorium dan menganalisa data objektif dari praktikum.
Ditambah juga KBM dalam praktik kegiatan kesenian.
Juga diajarkan Olahraga dan Agama Katolik.
Pelajaran olahraga dilakukan secara terpisah antara puteri dan putera, meski
terkadang dilakukan bersamaan. Agama Katolik mengajarkan dasar-dasar iman
Gereja Katolik, dan mempelajari kehidupan Liturgi Gereja
Katolik
Di SMA St Paul, setiap siswa putra
(seminaris) diwajibkan untuk tinggal di asrama, sementara untuk siswi tidak
diwajibkan meskipun sebagian siswi tinggal di asrama putri yang di sebut
"Symphoriana" siswa putri dan putra juga di pisahkan dalam KBM
kecuali untuk kelas IA (IPA) jika siswa putra tidak naik kelas maka akan di
keluarkan atau di pindahkan dari Sekolah (tidak dapat mengulang) demikian juga
sekolah tidak menerima siswa putra pindahan
Sebagai SMA dan sebagai seminari, SMA
Seminari st Paulus sangat menekankan pelajaran tentang spiritualitas termasuk
pelajaran Bahasa Latin (putra wajib) dan Logika, Introducing KSPL (kitab suci
perjanjian lama) dan KSPB (kitab suci perjanjian Baru). Berikut adalah sedikit
ulasan tentang sekolah yang berada di lingkungan PKN.
SMA St
PAULUS NYARURUMKOP adalah salah satu sekolah misi yang terletak di KOTA
SINGKAWANG, Kalimantan Barat. Sekolah yang telah berdiri hampir seratus tahun
ini, telah banyak menghasilkan orang – orang yang dapat menjadi panutan di
masyarakat, mulai dari menjadi seorang Pastur ( ROMO ), Pendidik, sampai
menjadi orang pejabat penting dalam pemerintahan. banyak benih yang di tabur di
Nyarumkop dan tidak sedikit pula hasil dari benih tersebut di tebar kembali di
nyarumkop.
Siswa yang masuk di nyarumkop berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, dengan tinggal di Asrama, para siswa di didik tidak hanya menimba ilmu yang ada di di sekolah. pendidikan religius dan sosial juga di enyam siswa di asrama. ini semua bertujuan agar nanti setelah selesai studi, para siswa dapat berbaur dengan masyarakat dengan baik, dan bahkan dapat menjadi panutan masyarakat.
Kini banyak perubahan yang telah dibenahi di SMA Nyarumkop, mulai dari sarana belajar, sampai sarana – sarana pendukung yang dapat meningkatkan proses belajar siswa. seperti fasilitas internet, sarana olahraga.
semoga dengan semua pendidikan dan sarana yang telah dilengkapi ini semua, siswa dapat berkembang di masyarakat dengan semangat santo Fransiscus.
Siswa yang masuk di nyarumkop berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, dengan tinggal di Asrama, para siswa di didik tidak hanya menimba ilmu yang ada di di sekolah. pendidikan religius dan sosial juga di enyam siswa di asrama. ini semua bertujuan agar nanti setelah selesai studi, para siswa dapat berbaur dengan masyarakat dengan baik, dan bahkan dapat menjadi panutan masyarakat.
Kini banyak perubahan yang telah dibenahi di SMA Nyarumkop, mulai dari sarana belajar, sampai sarana – sarana pendukung yang dapat meningkatkan proses belajar siswa. seperti fasilitas internet, sarana olahraga.
semoga dengan semua pendidikan dan sarana yang telah dilengkapi ini semua, siswa dapat berkembang di masyarakat dengan semangat santo Fransiscus.
SMP SANTO ALOYSIUS GONZAGA
A. Visi dan Misi
- Visi SMP St. Aloysius Gonzaga:
MENJADI SMP
YANG UNGGUL, DISIPLIN, DAN HUMANIS DI KALIMANTAN BARAT
TO BE THE SUPERIOR, DICIPLINE, AND HUMANISTIC JUNIOR
HIGH SCHOOL IN WEST BORNEO
Nilai-Nilai Inti SMP ST. ALOYSIUS GONZAGA:
1.
UNGGUL
Menumbuhkembangkan
sikap terbaik dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, ajaranagama,
estetika dan berbudi pekerti luhur dalam berbagai kegiatan akademik dan
non-akademik.
2. DISIPLIN
Menumbuhkembangkan
sikap yang taat dan patuh pada peraturan serta tata tertib yang berlaku di
sekolah dan di luar sekolah.
3. HUMANIS
Menumbuhkembangkan
sikap yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan: cinta kasih, pengabdian,
saling melayani dalam pendidikan.
- Misi SMP St. Aloysius Gonzaga
MENYEDIAKAN PELAYANAN PENDIDIKAN
MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL, KREATIF, DAN MENYENANGKAN, DILANDASI
NILAI-NILAI KRISTIANI SEHINGGA PESERTA DIDIK MENJADI PRIBADI YANG MANDIRI,
KOMPETEN, DAN TANGGUH DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN.
PROVIDE EDUCATIONAL SERVICES THROUGH CONTEXTUAL LEARNING, CREATIVE, AND
FUN, BASED ON CHRISTIAN VALUES, SO THAT LEARNERS BECOME AN INDEPENDENT PERSON,
COMPETENT, AND RESILIENT IN RESPONDING TO CHALLENGES OF THE TIMES.
MOTTO/SEMBOYAN:
“NON SCHOLAE SED
VITAE DISCIMUS” ( KITA BELAJAR BUKAN UNTUK SEKOLAH MELAINKAN UNTUK
KEHIDUPAN )
B. Tujuan Sekolah
- Meningkatkan pembelajaran secara konseptual, kontekstual, efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan menggunakan sarana dan alat serta sumber belajar secara optimal.
- Melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan ketentuan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).
- Meningkatkan kompetensi profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan dalam tugasnya.
- Meningkatkan akhlak dan kepribadian peserta didik melalui kegiatan retret atau rekoleksi dan kegiatan sekolah lainnya.
- Meningkatnya nilai rata-rata hasil ujian nasional 0,5 setiap tahun.
- Meningkatkan kesadaran diri tenaga pendidik dan kependidikan dengan kegiatan keagamaan dan kegiatan sekolah lainnya.
- Mempersiapkan peserta didik untuk aktif dalam kehidupan gereja, kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya,
- Menyiapkan peserta didik berprestasi di bidang sains, olah raga, seni, dan pramuka tingkat kota/kabupaten/propinsi/nasional.
keren
BalasHapusUntuk seorang pemula ,saya berikan jempol untuk karya ignatius
BalasHapusSekolah tertua yang ada di Nyarumkop, sekolah yang tertua
BalasHapusNice
BalasHapus