Rabu, 09 November 2016

PENJARA SUCI NYARUMKOP



NYARUMKOP (PENJARA SUCI SANG PEMIMPI)
                 Nyarumkop, begitulah banyak orang mengenalnya, salah satu persekolahan tertua di Kalimantan Barat yang terletak di Jl.Raya Bengkayang, Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang, Kota Singkawang. Secara fisik, sebagian besar bangunan-bangunan di Persekolahan Katolik Nyarumkop merupakan bangunan tua dan kokoh dengan arsitektur Belanda, hanya sebagian kecil bangunan yang merupakan baru.  Letaknya begitu nyaman bagi orang yang mencari pengetahuan disana, karena berada di lingkungan yang sejuk, jauh dari keramaian, dan pastinya makna kehidupan yang terkandung disanalah yang menjadikan Nyarumkop sebagai salah satu persekolahan yang paling diminati.
                 Apabila diteliti dengan cermat, siswa yang belajar disana berasal dari luar Kota Singkawang bahkan ada yang berasal dari luar pulau Kalimantan, hampir semua siswa tinggal diasrama, mungkin hal inilah yang merupakan daya tarik tersendiri dari Nyarumkop, sehingga orang tua yang mengkhawatirkan pergaulan bebas yang semakin tak terkendali memilih menyekolahkan anak mereka di Nyarumkop. Mengingat ini banyak siswa yang menganggap mereka merupakan beban bagi orang tua, namun tanpa disadari mereka telah menempa diri menjadi pribadi yang mandiri, dan menjadi pemimpin atas diri sendiri sebelum mereka tinggal di lingkungan masyarakat luas. Secara umum proses belajar mengajar di Nyarumkop tak jauh berbeda dari sekolah-sekolah lainnya, hanya saja pada proses belajar mengajar, disisipkan nilai kedisiplinan, kemandirian nilai kehidupan yang diharapkan dapat mengakar dalam kepribadian siswa. Guru bagi para siswa bukan lagi hanya sekedar guru yang menyampaikan ilmu bagi muridnya, melainkan sebagai orang tua yang senantiasa mengayomi dan mengarahkan anaknya pada mimpi yang ,selama ini mereka impikan dan mereka kejar.
                 Nilai kekeluargaan sangat dijunjung tinggi di Persekolahan Katolik Nyarumkop, bagaimana menghormati yang lebih tua dan menghargai yang muda, sehingga Nyarumkop terkenal dengan lingkungan yang sopan dan ramah, terutama bagi orang-orang yang mengunjungi persekolahan itu. Meskipun disiplin dan tertib, bukan berarti harus menutup diri dari dunia luar, apalagi sekarang ilmu pengetahuan teknologi begitu gencarnya dikembangkan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa di lingkungan sekolah dan asrama disediakan wifi, ini dimaksudkan agar siswa dapat mengakses informasi dari dunia luar atau menambah wawasan para siswa, meskipun berada di dalam tembok suci. Ketika masuk ke dalam lingkungan Persekolahan Katolik Nyarumkop, begitu terasa nilai religius yang begitu kental, hal ini dipengaruhi oleh suasana yang tenang, udara yang sejuk dan pastinya bangunan-bangunan religius yang seakan menyapa dengan ramah orang yang mengunjungi atau hanya melintas didaerah tersebut.
                 Kerja keras dan kerja cerdas bagi siswa bukanlah hal aneh bagi mereka, semenjak mereka menginjakkan kaki di tempat ini, mereka telah dididik menjadi orang yang tak mengenal kata “malas”, tak mengenal kata “takut” apalagi kata “menyerah”. Perjuangan tak selalu mulus, seleksi alam tetap berlaku, tak jarang banyak siswa yang merasa tak sanggup untuk tetap bertahan, ada sedikit siswa yang tak mampu mengikuti aturan yang ditetapkan sehingga denga terpaksa dikeluarkan dan inilah salah satu ciri dari tempat ini, “jika siswa tidak naik kelas (tingkat yang lebih tinggi), siswa harus pindah sekolah”.
                 NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS begitulah moto Persekolahan Katolik Nyarumkop, moto ini sangat selaras dengan apa yang sedikit demi sedikit ditanamkan pada siswa, dengan maksud bahwa sertifikat atau ijazah bukanlah tujuan utama untuk berada disana, melainkan pengalaman hiduplah tombak utama untuk menembus kerasnya kehidupan dimasa yang akan datang. Siswa tak terpaku pada kemampuan akademik, namun siswa banyak dibekali dengan kemampuan non akademik yang tentunya berguna bagi mereka sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.
            Begitu pentingkah mimpi bagi mereka yang berada disana?. Jawabannya adalah sangat penting, karena mimpi merupakan garis awal untuk berlari, perjuangan adalah lintasan yang harus dilalui meskipun banyak rintangan yang semakin lama semakin berat, garis akhir adalah tujuan dari segalanya, dimana keringat terbayar lunas dengan kepuasan. Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) SMA St Paulus dalam setahun terbagi menjadi dua bagian, masing-masing selama satu semester. Di antara dua semester diselingi libur. Dalam setiap semester terdapat dua ujian, yaitu Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. Karena juga terdapat juga ujian tak rutin di antara kedua Ujian tersebut, yang lazim disebut ulangan, maka Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester lazim disebut Ulangan Umum.
Kegiatan Belajar-Mengajar berjalan hari Senin - Sabtu, dimulai pukul 6.45 dan diakhiri pukul 12.45 , diselangi dua kali istirahat, istirahat pertama 09.00-09.15 ( 15 menit ) dan istirahat kedua 11.35-11.50 (15 menit). sebelum mulai pelajaran dilakukan doa pagi bersama, baca kitab suci dan mendengarkan renungan secara sentral. jam 12.00 dilakukan renungan dan doa "Angelus", untuk mengakhiri kegiatan belajar dilakukan refleksi dan doa penutup.
KBM ada di dalam kelas, di luar kelas, dan di laboratorium. Kegiatan di dalam kelas terutama dipusatkan pada pewarisan pengetahuan dari guru ke siswa, dan berlatih dengan soal. Kegiatan di luar kelas dipusatkan pada diskusi antar siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Kegiatan di laboratorium dipusatkan pada latihan keterampilan kerja laboratorium dan menganalisa data objektif dari praktikum. Ditambah juga KBM dalam praktik kegiatan kesenian.
Juga diajarkan Olahraga dan Agama Katolik. Pelajaran olahraga dilakukan secara terpisah antara puteri dan putera, meski terkadang dilakukan bersamaan. Agama Katolik mengajarkan dasar-dasar iman Gereja Katolik, dan mempelajari kehidupan Liturgi Gereja Katolik
Di SMA St Paul, setiap siswa putra (seminaris) diwajibkan untuk tinggal di asrama, sementara untuk siswi tidak diwajibkan meskipun sebagian siswi tinggal di asrama putri yang di sebut "Symphoriana" siswa putri dan putra juga di pisahkan dalam KBM kecuali untuk kelas IA (IPA) jika siswa putra tidak naik kelas maka akan di keluarkan atau di pindahkan dari Sekolah (tidak dapat mengulang) demikian juga sekolah tidak menerima siswa putra pindahan
Sebagai SMA dan sebagai seminari, SMA Seminari st Paulus sangat menekankan pelajaran tentang spiritualitas termasuk pelajaran Bahasa Latin (putra wajib) dan Logika, Introducing KSPL (kitab suci perjanjian lama) dan KSPB (kitab suci perjanjian Baru). Berikut adalah sedikit ulasan tentang sekolah yang berada di lingkungan PKN.
SMA St PAULUS NYARURUMKOP adalah salah satu sekolah misi yang terletak di KOTA SINGKAWANG, Kalimantan Barat. Sekolah yang telah berdiri hampir seratus tahun ini, telah banyak menghasilkan orang – orang yang dapat menjadi panutan di masyarakat, mulai dari menjadi seorang Pastur ( ROMO ), Pendidik, sampai menjadi orang pejabat penting dalam pemerintahan. banyak benih yang di tabur di Nyarumkop dan tidak sedikit pula hasil dari benih tersebut di tebar kembali di nyarumkop.
Siswa yang masuk di nyarumkop berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, dengan tinggal di Asrama, para siswa di didik tidak hanya menimba ilmu yang ada di di sekolah. pendidikan religius dan sosial juga di enyam siswa di asrama. ini semua bertujuan agar nanti setelah selesai studi, para siswa dapat berbaur dengan masyarakat dengan baik, dan bahkan dapat menjadi panutan masyarakat.
Kini banyak perubahan yang telah dibenahi di SMA Nyarumkop, mulai dari sarana belajar, sampai sarana – sarana pendukung yang dapat meningkatkan proses belajar siswa. seperti fasilitas internet, sarana olahraga.
semoga dengan semua pendidikan dan sarana yang telah dilengkapi ini semua, siswa dapat berkembang di masyarakat dengan semangat santo Fransiscus.
 SMP SANTO ALOYSIUS GONZAGA

A.    Visi dan Misi
  1. Visi SMP St. Aloysius Gonzaga:
MENJADI SMP YANG UNGGUL, DISIPLIN, DAN HUMANIS DI KALIMANTAN BARAT
TO BE THE SUPERIOR, DICIPLINE, AND HUMANISTIC JUNIOR HIGH SCHOOL IN WEST BORNEO
Nilai-Nilai Inti SMP ST. ALOYSIUS GONZAGA:
1.      UNGGUL
Menumbuhkembangkan sikap terbaik dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, ajaranagama, estetika dan berbudi pekerti luhur dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik.
2.      DISIPLIN
Menumbuhkembangkan sikap yang taat dan patuh pada peraturan serta tata tertib yang berlaku di sekolah dan di luar sekolah.

3.      HUMANIS
Menumbuhkembangkan sikap yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan: cinta kasih, pengabdian, saling melayani dalam pendidikan.


  1. Misi SMP  St. Aloysius Gonzaga

MENYEDIAKAN PELAYANAN PENDIDIKAN MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL, KREATIF, DAN MENYENANGKAN, DILANDASI NILAI-NILAI KRISTIANI SEHINGGA PESERTA DIDIK MENJADI PRIBADI YANG MANDIRI, KOMPETEN, DAN TANGGUH DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN.


PROVIDE EDUCATIONAL SERVICES THROUGH CONTEXTUAL LEARNING, CREATIVE, AND FUN, BASED ON CHRISTIAN VALUES, SO THAT LEARNERS BECOME AN INDEPENDENT PERSON, COMPETENT, AND RESILIENT IN RESPONDING TO CHALLENGES OF THE TIMES.

   MOTTO/SEMBOYAN:
“NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS” ( KITA BELAJAR BUKAN UNTUK SEKOLAH MELAINKAN UNTUK KEHIDUPAN )

B.     Tujuan Sekolah
  1. Meningkatkan pembelajaran secara konseptual, kontekstual, efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan menggunakan sarana dan alat serta sumber belajar secara optimal.
  2. Melaksanakan  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan ketentuan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).
  3. Meningkatkan kompetensi profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan dalam tugasnya.
  4. Meningkatkan akhlak dan kepribadian peserta didik melalui kegiatan retret atau rekoleksi dan kegiatan sekolah lainnya.
  5. Meningkatnya nilai rata-rata hasil ujian nasional 0,5 setiap tahun.
  6. Meningkatkan kesadaran diri tenaga pendidik dan kependidikan dengan kegiatan keagamaan dan kegiatan sekolah lainnya.
  7. Mempersiapkan peserta didik untuk aktif dalam kehidupan gereja, kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya,
  8. Menyiapkan peserta didik berprestasi di bidang sains, olah raga, seni, dan pramuka tingkat kota/kabupaten/propinsi/nasional.



4 komentar: